KELUARGA & KOMUNITAS

25 September 2026 • 5 menit baca

Mendengar Suara Anak dalam Percakapan tentang Sunat

Dalam keluarga, percakapan tentang sunat anak sering dipenuhi nilai, harapan, dan pendapat orang dewasa. Anak tetap perlu mendapat ruang untuk memahami, bertanya, dan menyampaikan perasaannya—tanpa dibebani untuk mengambil seluruh keputusan sendiri.[1]

Ilustrasi editorial anak dan keluarga berbicara tentang sunat dengan ruang untuk bertanya
Ilustrasi editorial orisinal FAMS News; bukan dokumentasi orang atau peristiwa nyata.
Ruang lingkup: artikel ini membahas komunikasi keluarga dan hak anak untuk didengar dalam konteks umum. Tidak memuat metode, obat, perawatan, diagnosis, atau arahan klinis individual.

Didengar bukan berarti memikul semua keputusan

Komite PBB tentang Hak Anak menjelaskan bahwa pandangan anak perlu didengar dan diberi bobot sesuai usia serta kematangannya. Prinsip ini membantu keluarga menjadikan percakapan sebagai proses memahami anak, bukan sekadar meminta persetujuan formal atau memindahkan seluruh beban keputusan kepadanya.[1]

Dalam konteks sunat, orang tua dapat menjelaskan bahwa ada beberapa lapisan yang sedang dibicarakan: nilai agama, kebiasaan budaya, adat keluarga, dan keputusan layanan kesehatan. Keempatnya tidak selalu sama, dan satu keluarga tidak seharusnya diperlakukan sebagai ukuran universal bagi keluarga lain.

Pertanyaan sederhana dapat membuka percakapan

Orang dewasa bisa mulai dari pertanyaan yang tidak menghakimi: “Apa yang sudah kamu dengar?”, “Bagian mana yang ingin kamu pahami?”, atau “Siapa yang ingin kamu ajak bicara?” Pertanyaan seperti ini tidak menjanjikan hasil tertentu; fungsinya memberi anak bahasa untuk menyampaikan rasa ingin tahu, khawatir, atau kebutuhan privasinya.

WHO menempatkan komunikasi efektif dan partisipasi bermakna sebagai bagian dari pengalaman layanan yang ramah anak. Informasi perlu disampaikan dengan cara yang sesuai dengan kemampuan anak, sementara keluarga dan tenaga layanan perlu bekerja sama tanpa menghapus suara anak.[2]

Ilustrasi editorial orang tua mendengarkan pertanyaan anak tentang sunat dan keluarga
Ruang tanya membantu anak memahami konteks keluarga tanpa menjadikan rasa takut sebagai bahan candaan.

Bedakan nilai, adat, dan keputusan layanan

Nilai agama dapat menjadi sumber makna bagi sebuah keluarga. Budaya dan adat dapat membentuk cara keluarga berkumpul, bercerita, atau merayakan. Namun, penjelasan tentang agama, budaya, dan adat perlu disampaikan sebagai konteks yang memiliki keragaman—bukan sebagai klaim bahwa semua keluarga, tokoh, atau wilayah memiliki pandangan yang sama.

Untuk keputusan yang berkaitan dengan layanan kesehatan, keluarga perlu mengikuti penjelasan dan rencana dari tim yang menangani anak. Artikel ini tidak menggantikan komunikasi tersebut. Bagi anak, pesan pentingnya adalah bahwa bertanya tidak sama dengan membangkang dan menyampaikan rasa tidak nyaman tidak layak ditertawakan.

Rumah yang aman memberi ruang setelah percakapan

Pedoman WHO tentang intervensi pengasuhan menekankan penguatan relasi orang tua-anak dan pengurangan pola pengasuhan keras.[3] Dalam praktik komunikasi sehari-hari, keluarga dapat menghindari perbandingan dengan saudara atau teman, tidak menyebarkan cerita pribadi anak tanpa pertimbangan, dan memberi tahu anak siapa saja yang boleh mengetahui ceritanya.

Tujuan akhirnya bukan membuat semua anak berbicara dengan cara yang sama. Tujuannya adalah membangun percakapan yang jujur, tidak mempermalukan, dan cukup lapang bagi anak untuk memahami pengalaman keluarganya dengan martabat yang tetap terjaga.

Catatan redaksi: FAMS News membedakan konteks kesehatan publik, psikologi/parenting, agama, budaya, dan adat. Klaim klinis atau panduan individual memerlukan peninjauan yang sesuai.
## Sources [1] https://docstore.ohchr.org/SelfServices/FilesHandler.ashx?enc=YDah9tP9EQ4yJGUbd1XDmaOoMVuVv2KW4ANWL9tpK079+onDsRJ0Ml%2FiNhKKcf4S8cVgG4Sb3HsKSs9SKqy5zA%3D%3D — OHCHR General Comment No. 12: The right of the child to be heard [2] https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/272346/9789241565554-eng.pdf — WHO Standards for improving the quality of care for children [3] https://www.who.int/publications/i/item/9789240065505 — WHO guidelines on parenting interventions